Pelepasan Siswa Siswi Kelas IX Tahun 2016/2017
Menu Halaman Statis
Widget Banner (homepage)
Mengenai Saya
Jumat, 03 Desember 2021
Kamis, 02 Desember 2021
MENGGAPAI MIMPI
Menggapai Mimpi
Karya: Fitraharezqy VIIIA
Hari demi hari kulalui
Langkah demi langkah kujalani
Tak peduli sebesar apa rintangan yang kuhadapi
Aku akan tetap berusaha menggapai mimpi
Setiap pagi kusiapkan diri
Untuk menggali ilmu dan prestasi
Lelah, sudah sering ku alami
Tetapi hati kecil ini
Mengajakku tuk berlari
Berlari dan terus berlari...
Sampai ku gapai mimpi
Kuukir impian bersama harapan
Doa tulus selalu ku panjatkan
Semoga kelak di masa depan
Mimpiku menjadi kenyataan
Perning, 02 Desember 2021
KAKTUS
KAKTUS
Karya:
Nadiva Nanda B. Kls 8B
Wahai para
sahabat dan handai taulan
Jangan jadi seperti layangan
Yang dapat putus kapan saja
Meski tidak sedang mengudara
Jadilah bagai tanaman kaktus
Yang bisa tumbuh dan bertahan
Meski tanpa setetes air pun
Miliki niat belajar yang kuat
Tanpa mengenal kata menyerah
Dengan menggenggam tekat yang
bulat
Kita kan jadi orang yang
bermartabat
Jatikalen, Desember 2021
UNTUKMU PAHLAWANKU
UNTUKMU
PAHLAWANKU
Karya: Galuh Surya Andini 8B
Seribu
bunga kutaburkan di pusaramu
Kupanjatkan
doa untukmu
Sebagai
ungkapan terima kasihku
Untukmu
wahai pahlawanku
Tak
sebilah pedang di tangan
Serta
sebatang bambu dalam genggaman
Kau
pun maju menerjang di garis depan
Dengan
hati mulia kau rela berkorban
Wahai
pahlawan negeriku
Berkat
jasa dan pengorbananmu
Kulantunkan
dengan sepenuh hatiku
Untaian
rasa terima kasih untukmu
Jatikalen, penghujung November 2021
HUT RI ke-76 atau HUT ke-76 RI?
HUT RI ke-76 atau HUT ke-76 RI?
Oleh: Dyah Worowinarni
Ucapan
selamat dan harapan baru dilantunkan masyarakat saat HUT ke-76 RI.
Rabu, 01 Desember 2021
Membentuk Karakter Siswa dengan Uswah Hasanah
Selasa, 30 November 2021
Implementasi Managemen Kesiswaan
Secara sederhana manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen Kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah. Manajemen kesiswaan juga berarti seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efesien, mulai dari penerimaan peserta didik hingga keluarnya peserta didik dari suatu sekolah. Kegiatan lain yang berhubungan langsung dengan siswa di antaranya adalah organisasi siswa Intra Sekolah. Organisasi pada dasarnya merupakan wadah sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Adapun Managemen Kesiswaan meliputi: perencanaan kesiswaan, penerimaan siswa baru, pengelompokan siswa, pembinaan disiplin siswa, kelulusan dan alumni, kegiatan ekstrakulikuler dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kedua, faktor pendukung dalam implementasi meningkatkan keorganisasian pada siswa SMPN 2 Jatikalen yaitu
1. tingginnya intensitas koordinasi waka
kesiswaan dengan Pembina OSIS menjadikan berjalannya program-program kesiswaaan
berjalan dengan lancar dan
2.
sikap professional
dan kedisiplinan waka kesiswaan dan Pembina OSIS dalam menjalakan
tugas-tugasnya. Selain faktor pendukung, manajemen kesiswaan juga mengalami
keterhambatan yang disebabkan oleh kurangnya komunikasi antara waka kesiswaan
dengan pembina OSIS karena padatnya kegiatan yang mengakibatkan kurangnya
perhatian terhadap sistem monitoring dan evaluasi atas berbagai kegiatan dan
program yang telah dijalankan.
Sampai
saat ini SMPN 2 Jatikalen telah merealisasikan managemen kesiswaan melalui berbagai
kegiatan dalam semester satu walaupun tidak semua kegiatan dilaksanakan yang
disebabkan pandemi covid 19 ,maka kegiatan sekolah yang seharusnya dilaksanakan
dibatasi seperti kegiatan ekstrakurikuler,adapun yang sudah terealisasi antara
lain:
1.
Penerimaan Siswa Baru
2.
MPLS( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
3. Pemilihan Pengurus OSIS
4.
LDKS(Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah)
6.
Peringatan Hari Besar agama Islam(Maulid Nabi Muhammad
SAW)
9.
PTS (Penilaian Tengah Semester)
1 PAS (penilaian Akhir Semester
Implementasi Pendidikan Karakter dimasa pandemi Covid 19
Masa pandemi Covid-19 adalah tantangan bagi seluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak hal yang terkena dampak pandemik tidak terkecuali dunia pendidikan. Kondisi perubahan pola pendidikan dari tradisional menuju online secara masif akan memengaruhi kondisi psikologis anak. Kondisi tersebut juga akan berdampak pada pendidikan karakter peserta didik. Karakter adalah gambaran deskripsi visual manusia secara menyeluruh yang membuat unik dengan individu lain. Dapat diartikan bahwa karakter merupakan wujud dari keseluruhan pikiran, perasaan dan perilaku yang dimiliki oleh manusia. Keseimbangan antara ketiga komponen tersebut akan menciptakan suatu bentuk karakter yang ideal. Sehingga pemerintah perlu melakukan beragam kebijakan untuk menerapkan pendidikan karakter saat musim pandemic COVID-19.
Tujuan dalam kajian
ini adalah untuk mendiskripsikan upaya penerapan pendidikan karakter di musim
pandemic COVID-19. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Hasil
penelitian mendeskripsikan ide-pengembangan karakter sesuai nilai-nilai
karakter Founding
Fathers Indonesia (FFI) dan langkah kebijakan yang dapat
diterapkan oleh pemerintah dalam mengimplementasikan pembelajaran online
bermuatan pendidikan karakter di musim COVID-19 meliputi:
v Desain Kursus (course design)
v Motivasi Pembelajar (learner motivation)
v Manajemen Waktu (time management)
Anwar Makarim menerbitkan
Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa
Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). Terkait belajar dari rumah. Mendikbud
menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring)/jarak jauh dilaksanakan
untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani
tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun
kelulusan. Mendikbud mengajurkan bagi daerah yang sudah melakukan belajar dari
rumah agar dipastikan guru juga mengajar dari rumah untuk menjaga keamanan para
guru.
Mendikbud dalam isi Surat
Edaran Nomor 4 Tahun 2020 itu juga menyatakan bahwa pembelajaran daring/jarak
jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus korona dan
wabah Covid-19. Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar
siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk dalam hal kesenjangan
akses/fasilitas belajar di rumah. Bukti atau produk aktivitas belajar diberi
umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan
memberi skor/nilai kuantitatif. Walaupun banyak sekolah menerapkan belajar dari
rumah, bukan berarti guru hanya memberikan pekerjaan saja kepada peserta didik,
tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu peserta didik dalam
mengerjakan tugas-tugas mereka. Guru tetap perlu berinteraksi dan berkomunikasi
dengan siswanya meskipun tidak dari dalam ruang kelas.
Sampai hari ini ruang kelas
masih dipandang sebagai pendidikan yang sesungguhnya oleh sebagian besar rakyat
Indonesia. Masyarakat masih memandang bahwa ruang kelas adalah sekolah yang
sesungguhnya dan kelas online itu less effective. Masyarakat belum menganggap kelas
online dapat membantu dalam pendidikan anak meskipun, saat ini telah banyak
bermunculan start-up yang
bergerak dalam bidang pendidikan online. Kita menganggap bahwa penutupan ruang
kelas berdampak terhadap guru, siswa, dan orang tua di mana pun. Jika
sebelumnya ada banyak sekali sekolah yang sudah menggunakan teknologi dalam
pembelajaran, maka dalam kondisi yang tidak biasa ini, semua sekolah di
Indonesia dipaksa untuk menerapkan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Padahal teknologi tidak sepenuhnya dapat membantu proses belajar dari jarak
jauh menjadi lebih mudah untuk diterapkan. Ada banyak kendala yang
dihadapi oleh siswa dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran jarak
jauh, khususnya untuk para siswa dan guru yang tinggal di daerah – daerah
terpencil, mereka yang tinggal di pedalaman, ditambah lagi dengan kondisi
ekonomi yang tidak memungkinkan orang tua peserta didik untuk memiliki HP smartphone dan
harus membeli kuota internet guna mengakses internet setiap hari.
Mengesampingkan keterbatasan di atas, artikel ini ingin menyampaikan bahwa ada
kendala yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi yang lebih dari itu semua,
bahwa teknologi tidak dapat menyentuh salah satu inti dari pendidikan, yaitu
pendidikan karakter. Ketika pendidikan harus menerapkan pembalajaran
jarak jauh, ketika siswa harus belajar dari rumah, ketika guru harus mengajar
dari rumah, maka siapa yang bertanggung jawab terhadap pendidikan karakter
siswa?
Salah satu ajaran yang
terkenal dari sang bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara adalah “
Setiap orang menjadi guru setiap rumah menjadi sekolah.” Mengintegrasikan
ajaran beliau dengan tujuan kurikulum 2013, maka setidaknya kita dapat
mengambil dua pelajaran.
1. setiap anggota keluarga yang lebih dewasa
harus dapat mengajarkan sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan
2. bahwa setiap rumah hendaknya menjadi tempat
bagi setiap anggota keluarga, khususnya anak – anak, untuk bisa memperoleh
sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan untuk kehidupan yang
penuh makna di masa depan. Sikap spiritual dan sosial inilah yang akan
membentuk karakter peserta didik.
Al Quran sendiri banyak menjelaskan
tentang pendidikan Islam seperti di surat Al Lukman ayat 13 yang artinya: “Dan
(ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran
kepadanya Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.
Pada ayat di atas, dijelaskan
bahwa pendidikan yang paling ditekankan adalah pendidikan karakter yang
dilakukan orang tua dari rumah, karena pendidikan dari orang tua merupakan
pendidikan yang paling pertama didapatkan oleh seorang anak sebelum
mendapatkan pendidikan dari luar seperti sekolah atau madrasah. Dan ayat
tersebut menjelaskan kepada kita bahwa orang tua sebagai orang dewasa yang ada
di rumah dan sebagai guru pertamanya peserta didik, harus melarang kita untuk
berbuat yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Disamping itu pada ayat
selanjutnya Secara terang-terangan menjelaskan kepada kita tentang
prinsip-prinsip dasar dari materi pendidikan karakter yang sangat kuat yang
terdiri atas masalah iman, ibadah, sosial, dan ilmu pengetahuan yang nantinya
akan membentuk karakter seorang anak untuk menjadi bekal bagi anak tersebut.(Sulasmi,S.Pd)
Rabu, 24 November 2021
MUDAHNYA MENGERJAKAN TUGAS MELALUI PADLET DALAM PJJ
MUDAHNYA MENGERJAKAN TUGAS MELALUI PADLET
Oleh NADIVA NANDA B (Klas VIII B)
Padlet adalah adalah aplikasi yang paling tepat diilustrasikan sebagai papan tulis daring yang sangat cocok diguakan dalam pembelajaran jarak jauh atau daring. Padlet dapat digunakan oleh siswa dan guru untuk mengirim catatan pada halaman yang sama. Catatan yang diposting oleh guru dan siswa dapat berisi tautan, video, gambar, dan file dokumen. Padlet juga dapat digunakan untuk mengerjakan dan mengumpulkan tugas siswa kepada guru, seperti pengalaman saya dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas PAI yaitu membuat kliping tentang bahaya Narkoba.
Selasa, 23 November 2021
INFO SEPUTAR EJAAN
INFO SEPUTAR EJAAN
Oleh: Dyah
Worowinarni, S.Pd
Ejaan yang Paling Sering Salah dalam Penulisan
|
Salah |
Benar |
|
nahkoda trampil hembus detail kreatifitas elit formil cabe aktifitas frekwensi analisa hipotesa atmosfir tehnik ekstrim personil handal himbau hisap merubah meminimalisir milyar trilyun nafas fikir praktek apotek resiko sekedar subyek obyek jaman metoda abjat ampibi antri azas hakekat insyaf hipotesa hisap adzan ustadz |
nakhoda terampil embus detil kreativitas elite formal cabai aktivitas frekuensi analisis hipotesis atmosfer teknik ekstrem personel andal imbau isap mengubah meminimalkan miliar triliun napas pikir praktik apotek risiko sekadar subjek objek zaman metode abjad amfibi antre asas hakikat insaf hipotesis isap azan ustaz |
Sumber:
KBBI V Online
#kreatifdirumahbersama#dyahworowinarni
Senin, 22 November 2021
EKSTRAKURIKULER MENJAHIT
Oleh: FARIDAH, S.Ag
Gambar kegiatan ekstra menjahit yang dilaksanakan sebelum masa pandemi
Berdasakan analisis konteks yang dilakasanakan melaui rapat kerja dewan guru, terdapat beberapa potensi di SMPN 2 Jatikalen yang menjadi acuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 2 Jatikalen.