Widget Banner (homepage)

Widget Banner (homepage)

Featured Post

PELEPASAN SISWA SISWI KELAS IX SMPN 2 JATIKALEN TAHUN 2025

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2024

PELEPASAN SMPN 2 JATIKALEN TAHUN 2024

 





PELEPASAN KELAS IX SMPN 2 JATIKALEN

TAHUN PELAJARAN 2023-2024

 

A.    Latar Belakang

Penglepasan siswa kelas IX merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan setiap tahun setelah semua proses pembelajaran kelas IX selesai atau setelah ujian sekolah selesai dilaksanakan. Selain sebagai ajang  silaturahmi antarsiswa, orang tua, dan warga sekolah, acara ini juga sebagai prosesi melepas siswa kelas IX yang telah menyelesaikan masa belajarnya selama tiga tahun di jenjang Sekolah Menengah Pertama ( SMP ). Mereka akan kembali ke tengah-tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak dalam menentukan masa depan, untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Pelaksanaan perpisahan/penglepasan siswa kelas IX ini, selain sebagai ajang  silaturahmi dan menghidupkan rasa kebersamaan antarsiswa yang sebentar lagi menjadi alumni, juga sebagai refresing setelah melakukan berbagai kegiatan dan aktivitas ujian sekolah maupun ujian nasional.

 

B.     Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah sebagai ajang silaturahmi antar siswa kelas IX, guru dan warga sekolah lainnya. Lebih mengakrabkan dan menghidupkan rasa kebersamaan siswa kelas IX yang sebentar lagi menjadi alumni SMP Negeri 2 jatikalen

 

C.    Nama Kegiatan

Kegiatan ini bernama “Penglepasan Siswa Kelas ISMP NEGERI Tahun Pelajaran 2023/2024

 

D.    Tema Kegiatan

Kegiatan ini bertema “Meraih Cita-Cita Mulia dan Sambut Masa Depan dengan Kemandirian”.

 

E.     Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat untuk kegiatan ini adalah :

Hari           : Rabu

Tanggal     : 5 Juni 2024

Tempat      : SMPN 2 JATIKALEN

F.        Peserta

Seluruh Siswa                         :  87 Siswa

Wali Murid                             : 87 orang

Tamu Undangan                     : 15 Orang

Dewan Guru & Staff TU        30 Orang

 

 G.    Susunan Panitia

Penanggungjawab       :Kepala Sekolah

Ketua                          : H.Nashirul Umam,S.Pd

Sekretaris                    : Hj.Sulasmi,S.Pd

Bendahara                   : Binti Arkumi,S.Pd

Seksi Acara                 : Dyah Woro Winarni,S.Pd

                                    ; Siti.Roisatul Uyun S.Pd

Seksi Dekorasi            : Ainun Umami,S.Pd

Seksi dokumentasi      : Fendy Ananta,S.Pd

Seksi Konsumsi          : Suparmi,S.Pd

                                    : Hinatin Nuriyah,S.Pd

Seksi Terima tamu      : Faridah,S.Ag

                                    : Hj.Retno Susiati,S.Pd

                               : Sriyati,S.Pd

Seksi Perlengkapan : H.Mahmud,S.Pd

                                : Isnan,S.Pd

                                : Jamari

Seksi Keamanan     : Sumanto,S.Pd

                                : Ispin Sunardi,S.Pd

                                : Fauzy

                                : Jumadi

H.    Susunan Acara

A.Pembukaan

B.Pembacaan ayat Suci Alqur’an

C. Menyanyikan Lagu Indonesia raya (KOOR)

D. Sambutan2

a. Ketua Panitia

b. wakil kelas 9

c. Ketua OSIS

Tari Saman

d. Komite

e. Kepala Sekolah

Tari OGLEK

E. Prosesi Wisuda Kelas IX di sertai pelepasan balon

F. Doa

H.Hiburan

 I.               

J.        Surat – Surat

Surat Undangan                           

 K.    Penutup

Demikian proposal Penglepasan Siswa Kelas ISMP Negeri 2 jatikalen Tahun Pelajaran 2023/2024 ini kami ajukan untuk dijadikan acuan dan untuk disetujuiatas dukungan dan kerjasama bapak/ibu kami sampaikan terimakasih.












Minggu, 05 November 2023

HARI PGRI SMPN 2 JATIKALEN 2023

 Oleh : Sulasmi,S.Pd

UT PGRI atau Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia tahun 2023 diperingati pada tanggal 25 November 2022. HUT PGRI diperingati bersama dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN). Kecamatan Jatikalen juga ikut berpartisipasi merayakan hari PGRI dengan mengisi kegiatan lomba-lomba antara lain lomba fashion show dan lomba menyanyi, fashion show  yang bertemakan kearifan local, lomba di ikuti oleh lemaga-lembaga Pendidikan guru TK,SD,SMP  maka tiap Lembaga harus mengirimkan wakilnya untuk mengikuti maka tidak ketinggalan SMPN 2 Jatikalen mengirimkan wakilnya untuk mengikuti lomba fashion show, panitia hari PGRI dua orang dari SMPN 2 Jatikalen dan ternyata dari pihak panitia kecamatan tidak memberikan technical meeting sehingga kearifan local yang dimaksud jelas.

Sesuai dengan pemahaman kami kearifan local yang di maksud adalah memanfaatkan barang yang ada di sekitar maka kami menentukan batik eco print yang menjadi keunggulan kami.

 


Indonesia kuat, Indonesia maju dengan arti memberi gambaran bahwa guru harus bangkit melakukan perubahan secara sadar, ikhlas, dan bertanggung jawab untuk memulihkan pendidikan. PGRI mengajak semua guru untuk bersama-sama bangkit dan tidak menyerah dengan keadaan untuk memulihkan pendidikan, demi cita-cita bersama tercapainya bangsa Indonesia yang kuat dan maju.


Kamis, 02 Desember 2021

HUT RI ke-76 atau HUT ke-76 RI?

 

HUT RI ke-76  atau HUT ke-76 RI?

Oleh: Dyah Worowinarni

Ucapan selamat dan harapan baru dilantunkan masyarakat saat HUT ke-76 RI.

Rabu, 01 Desember 2021

Membentuk Karakter Siswa dengan Uswah Hasanah

                                        Oleh Faridah, S.Ag
Karakter adalah akhlak atau budi pekerti  yang membedakan seseorang dengan yang lain. Karakter menjadi bagian yang fundamental dalam sistem pendidikan nasional, dimana salah satu aspek yang dikembangkan dalam proses pendidikan adalah pembentukan karakter terpuji sebagaimana terdapat Undang-undang sistem pendidikan nasional no 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Selasa, 30 November 2021

Implementasi Managemen Kesiswaan

 

Secara sederhana manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen Kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah. Manajemen kesiswaan juga berarti seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efesien, mulai dari penerimaan peserta didik hingga keluarnya peserta didik dari suatu sekolah. Kegiatan lain yang berhubungan langsung dengan siswa di antaranya adalah organisasi siswa Intra Sekolah. Organisasi pada dasarnya merupakan wadah sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

       Adapun Managemen Kesiswaan meliputi: perencanaan kesiswaan, penerimaan siswa baru, pengelompokan siswa, pembinaan disiplin siswa, kelulusan dan alumni, kegiatan ekstrakulikuler dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kedua, faktor pendukung dalam implementasi meningkatkan keorganisasian pada siswa SMPN 2 Jatikalen yaitu

1. tingginnya intensitas koordinasi waka kesiswaan dengan Pembina OSIS menjadikan berjalannya program-program kesiswaaan berjalan dengan lancar dan

2.    sikap professional dan kedisiplinan waka kesiswaan dan Pembina OSIS dalam menjalakan tugas-tugasnya. Selain faktor pendukung, manajemen kesiswaan juga mengalami keterhambatan yang disebabkan oleh kurangnya komunikasi antara waka kesiswaan dengan pembina OSIS karena padatnya kegiatan yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap sistem monitoring dan evaluasi atas berbagai kegiatan dan program yang telah dijalankan.

        Sampai saat ini SMPN 2 Jatikalen telah merealisasikan managemen kesiswaan melalui berbagai kegiatan dalam semester satu walaupun tidak semua kegiatan dilaksanakan yang disebabkan pandemi covid 19 ,maka kegiatan sekolah yang seharusnya dilaksanakan dibatasi seperti kegiatan ekstrakurikuler,adapun yang sudah terealisasi antara lain:

1.      Penerimaan Siswa Baru

2.      MPLS( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

3.      Pemilihan Pengurus OSIS

         

4.      LDKS(Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah)


   FLS2N

6.      Peringatan Hari Besar agama Islam(Maulid Nabi Muhammad SAW)


  
Pengiriman Duta sekolah untuk kegiatan kabupaten tentang Penyuluhan Kenakalan Remaja

Pengiriman Duta Sekolah untuk kegiatan kabupaten tentang Penguatan Karakter Generasi anti Narkoba

9.      PTS (Penilaian Tengah Semester)

1    PAS (penilaian Akhir Semester

        Kita tahu bahwa sifat profesional dalam berorganisasi harus dimiliki setiap peserta didik. Oleh karena itulah, siswa perlu dibekali ilmu dan kemampuan dalam berorganisasi, karena tugas peserta didik di sekolah tidak hanya belajar, selain itu peserta didik juga dituntut untuk mengamalkan ilmunya di masyarakat untuk mengajar, dan membimbing masyarakat. Mengingat tugas dan kewajiban tersebut, maka sudah sepatutnya para siswa selalu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya guna menghadapi tugas di masa depan. Dan seiring dengan dinamika kemajuan zaman dan tuntutan perkembangan masyarakat, maka para siswa juga harus terus berupaya membekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbagai metodologi 5 dakwah, sehingga dapat mengiringi kemajuan masyarakat, dan kegiatan bersosialisasinya dapat diterima di masyarakat. (Oleh : Sulasmi,S.Pd)




Implementasi Pendidikan Karakter dimasa pandemi Covid 19

     Masa pandemi Covid-19 adalah tantangan bagi seluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak hal yang terkena dampak pandemik tidak terkecuali dunia pendidikan. Kondisi perubahan pola pendidikan dari tradisional menuju online secara masif akan memengaruhi kondisi psikologis anak. Kondisi tersebut juga akan berdampak pada pendidikan karakter peserta didik. Karakter adalah gambaran deskripsi visual manusia secara menyeluruh yang membuat unik dengan individu lain. Dapat diartikan bahwa karakter merupakan wujud dari keseluruhan pikiran, perasaan dan perilaku yang dimiliki oleh manusia. Keseimbangan antara ketiga komponen tersebut akan menciptakan suatu bentuk karakter yang ideal. Sehingga pemerintah perlu melakukan beragam kebijakan untuk menerapkan pendidikan karakter saat musim pandemic COVID-19.

     Tujuan dalam kajian ini adalah untuk mendiskripsikan upaya penerapan pendidikan karakter di musim pandemic COVID-19. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Hasil penelitian mendeskripsikan ide-pengembangan karakter sesuai nilai-nilai karakter Founding Fathers Indonesia (FFI) dan langkah kebijakan yang dapat diterapkan oleh pemerintah dalam mengimplementasikan pembelajaran online bermuatan pendidikan karakter di musim COVID-19  meliputi:

v  Desain Kursus (course design)

v  Motivasi Pembelajar (learner motivation)

v  Manajemen Waktu (time management)

    Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). Terkait belajar dari rumah. Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring)/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Mendikbud mengajurkan bagi daerah yang sudah melakukan belajar dari rumah agar dipastikan guru juga mengajar dari rumah untuk menjaga keamanan para guru.

    Mendikbud dalam isi Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 itu juga menyatakan bahwa pembelajaran daring/jarak jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus korona dan wabah Covid-19. Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk dalam hal kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. Bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif. Walaupun banyak sekolah menerapkan belajar dari rumah, bukan berarti guru hanya memberikan pekerjaan saja kepada peserta didik, tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas mereka. Guru tetap perlu berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswanya meskipun tidak dari dalam ruang kelas.

    Sampai hari ini ruang kelas masih dipandang sebagai pendidikan yang sesungguhnya oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Masyarakat masih memandang bahwa ruang kelas adalah sekolah yang sesungguhnya  dan kelas online itu less effective. Masyarakat belum menganggap kelas online dapat membantu dalam pendidikan anak meskipun, saat ini telah banyak bermunculan start-up yang bergerak dalam bidang pendidikan online. Kita menganggap bahwa penutupan ruang kelas berdampak terhadap guru, siswa, dan orang tua di mana pun. Jika sebelumnya ada banyak sekali sekolah yang sudah menggunakan teknologi dalam pembelajaran, maka dalam kondisi yang tidak biasa ini, semua sekolah di Indonesia dipaksa untuk menerapkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Padahal teknologi tidak sepenuhnya dapat membantu proses belajar dari jarak jauh menjadi lebih mudah untuk diterapkan. Ada banyak kendala yang dihadapi oleh siswa dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran jarak jauh, khususnya untuk para siswa dan guru yang tinggal di daerah – daerah terpencil, mereka yang tinggal di pedalaman, ditambah lagi dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan orang tua peserta didik untuk memiliki HP smartphone dan harus membeli kuota internet guna mengakses internet setiap hari. Mengesampingkan keterbatasan di atas, artikel ini ingin menyampaikan bahwa ada kendala yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi yang lebih dari itu semua, bahwa teknologi tidak dapat menyentuh salah satu inti dari pendidikan, yaitu pendidikan karakter. Ketika  pendidikan harus menerapkan pembalajaran jarak jauh, ketika siswa harus belajar dari rumah, ketika guru harus mengajar dari rumah, maka siapa yang bertanggung jawab terhadap pendidikan karakter siswa?

    Salah satu ajaran yang terkenal dari sang bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara adalah “ Setiap orang menjadi guru setiap rumah menjadi sekolah.” Mengintegrasikan ajaran beliau dengan  tujuan kurikulum 2013, maka setidaknya kita dapat mengambil dua pelajaran.

1.  setiap anggota keluarga yang lebih dewasa harus dapat mengajarkan sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan

2.  bahwa setiap rumah hendaknya menjadi tempat bagi setiap anggota keluarga, khususnya anak – anak, untuk bisa memperoleh sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan untuk kehidupan yang penuh makna di masa depan. Sikap spiritual dan sosial inilah yang akan membentuk karakter peserta didik.

  Al Quran sendiri banyak menjelaskan tentang pendidikan Islam seperti di surat Al Lukman ayat 13 yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.

    Pada ayat di atas, dijelaskan bahwa pendidikan yang paling ditekankan adalah pendidikan karakter yang dilakukan orang tua dari rumah, karena pendidikan dari orang tua merupakan pendidikan yang paling pertama  didapatkan oleh seorang anak sebelum mendapatkan pendidikan dari luar seperti sekolah atau madrasah. Dan ayat tersebut menjelaskan kepada kita bahwa orang tua sebagai orang dewasa yang ada di rumah dan sebagai guru pertamanya peserta didik, harus melarang kita untuk berbuat yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Disamping itu pada ayat selanjutnya      Secara terang-terangan menjelaskan kepada kita tentang prinsip-prinsip dasar dari materi pendidikan karakter yang sangat kuat yang terdiri atas masalah iman, ibadah, sosial, dan ilmu pengetahuan yang nantinya akan membentuk karakter seorang anak untuk menjadi bekal bagi anak tersebut.(Sulasmi,S.Pd)



Rabu, 24 November 2021

MUDAHNYA MENGERJAKAN TUGAS MELALUI PADLET DALAM PJJ

 

MUDAHNYA MENGERJAKAN TUGAS MELALUI PADLET  

Oleh NADIVA NANDA B (Klas VIII B)

                Padlet adalah  adalah aplikasi yang paling tepat diilustrasikan sebagai papan tulis daring yang sangat cocok diguakan dalam pembelajaran jarak jauh atau daring.  Padlet dapat digunakan oleh siswa dan guru untuk mengirim catatan pada halaman yang sama. Catatan yang diposting oleh guru dan siswa dapat berisi tautan, video, gambar, dan file dokumen. Padlet juga dapat digunakan untuk mengerjakan dan mengumpulkan tugas siswa kepada guru, seperti  pengalaman saya dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas PAI yaitu membuat kliping tentang bahaya Narkoba.
           

Selasa, 23 November 2021

INFO SEPUTAR EJAAN

 

INFO SEPUTAR EJAAN

Oleh: Dyah Worowinarni, S.Pd

 

Ejaan yang Paling Sering Salah dalam Penulisan

 

Salah

Benar

 

nahkoda

trampil

hembus

detail

kreatifitas

elit

formil

cabe

aktifitas

frekwensi

analisa

hipotesa

atmosfir

tehnik

ekstrim

personil

handal

himbau

hisap

merubah

meminimalisir

milyar

trilyun

nafas

fikir

praktek

apotek

resiko

sekedar

subyek

obyek

jaman

metoda

abjat

ampibi

antri

azas

hakekat

insyaf

hipotesa

hisap

adzan

ustadz

 

nakhoda

terampil

embus

detil

kreativitas

elite

formal

cabai

aktivitas

frekuensi

analisis

hipotesis

atmosfer

teknik

ekstrem

personel

andal

imbau

isap

mengubah

meminimalkan

miliar

triliun

napas

pikir

praktik

apotek

risiko

sekadar

subjek

objek

zaman

metode

abjad

amfibi

antre

asas

hakikat

insaf

hipotesis

isap

azan

ustaz

 

                                                                        Sumber: KBBI  V  Online

 

 

#kreatifdirumahbersama#dyahworowinarni